WordPress User Role

WordPress User Role adalah Aturan yang diperbolehkan kepada user untuk melakukan akses ke dalam admin Web.

WordPress User Role terbagi dalam 5 tingkatan:

  • ADMINISTRATOR
    WordPress User Role tingkat ini memiliki level yang paling tinggi dalam melakukan akses admin wordpress. User ini bisa memiliki akses untuk semua fitur yang ada didalam WordPress, antara lain administrasi plugin, manajemen user, manajemen artikel baik yang bersifat private maupun publik (bisa berupa post maupun page), pengaturan theme, manajemen kategori, file dan media yang diupload serta mampu memoderasi komentar.
  • EDITOR
    Role yang berada dibawah administrator adalah editor. Hak akses yang dimiliki oleh editor adalah melakukan segala bentuk administrasi semua artikel (bisa berupa post maupun page), manajemen kategori, upload file/media serta melakukan moderasi komentar. Akses yang TIDAK bisa dilakukan oleh editor adalah manajemen user, plugin dan theme.
  • AUTHOR
    Role setingkat dibawah Editor adalah Author, ia berhak mengatur manajemen artikel (berjenis post) yang ditulisnya sendiri termasuk dapat mem-publish artikelnya sendiri, serta berhak melakukan upload file. Bedanya dengan role Editor adalah, dia tidak bisa melakukan moderasi komentar (meskipun komentar itu berada pada artikel yang di postingnya sendiri).
  • CONTRIBUTOR
    Role yang letaknya persis dibawah author hanya berhak untuk menulis artikel (berjenis post) serta mengeditnya. Artikel yang bisa diedit, hanya artikel yang ditulis oleh contributor itu sendiri. Artikel yang telah ditulis oleh contributor hanya bisa dipublish oleh Level Administrator atau Level Editor, dengan kata lain contributor tidak bisa mempublish tulisannya. Artikel yang telah di publish oleh Administrator atau Editor tidak dapat diedit/dihapus lagi oleh contributor.
  • SUBSCRIBER
    Role subscriber adalah level yang paling bawah dalam manajemen role WordPress. Subscriber dapat membaca, dan memberikan komentar. Kelebihan subscriber dibandingkan dengan pengunjung biasa (guest user) adalah, subscriber dapat membaca post yang di “private” dan mengomentari post yang kolom komentarnya telah dilimit/dibatasi atau dibuat ketentuan “Users must be registered and logged in to comment” pada menu Discussion Settings.

Sertifikasi ISO 22000

Sertifikasi ISO 22000 diberikan kepada perusahaan yang telah menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 dan dinyatakan telah lulus audit oleh lembaga sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2018 merupakan salah satu cara dari perusahaan atau organisasi untuk menunjukkan kemampuan dalam menjalankan prinsip food safety. Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada industri pangan menjamin makanan yang dihasilkan lebih terjaga mutu dan keamanannya, diharapkan juga organisasi dapat memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga mempunyai keunggulan baik kompetitif maupun komperatif di pasar global, dimana standar food safety & kesesuaian (conformity) menjadi syarat utama.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih detail silakan konsultasi dengan kami.

Phone:
0817-210875 (xl)
0858-11-210875 (indosat)

Email:
210875@mochamadsutarsono.com

ISO 14001:2015

ISO 14001 – Sistem Manajemen Lingkungan
Standar ISO 14001 memberikan pedoman bagi perusahaan atau organisasi untuk melakukan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan.

Standar ISO 14001:2015 dapat diterapkan oleh perusahaan atau organisasi yang prosesnya memiliki resiko terhadap pencemaran lingkungan.

Rangkaian standar ISO 14000 dikembangkan oleh Komite Teknis ISO ISO / TC 207 dan berbagai subkomite.

ISO 14001:2015 menetapkan persyaratan bagi perusahaan atau organisasi yang ingin menerapkan sistem manajemen lingkungan. Perusahaan atau organisasi yang telah menerapkan ISO 14001:2015 dapat memperoleh sertifikat sebagai bukti telah menerapkan sistem manajemen lingkungan sesuai standar ISO 14001:2015 secara konsisten. Dan sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan bukan merupakan suatu kewajiban.

Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 secara konsisten dapat berpengaruh terhadap manajemen perusahaan dan karyawan serta pemangku kepentingan eksternal. Bentuk konsistensi dari penerapan ISO 14001:2015 antara lain melakukan pengukuran dan pengendalian dampak lingkungan.

Penjelasan lebih detail tentang Manfaat ISO 14001:2015 silakan klik disini (benefits of ISO 14001:2015).

Lebih dari 300.000 perusahaan di 171 negara sudah mendapatkan sertifikasi ISO 14001.

Ingin tahu lebih banyak tentang ISO 14001:2015 silakan klik link dibawah ini atau hubungi kami.

Terjemah Artikel Secara Bebas
sumber : www.iso.org
sumber : www.theprime-consulting.co.id

7 Prinsip Manajemen Mutu

  1. Customer Focus. Fokus Pelanggan adalah prioritas utama dari Sistem Manajemen Mutu. Bentuk aplikasinya adalah dengan memberikan semua kebutuhan yang melebihi harapan Customer untuk ketercapaian kepuasan pelanggan. Sehingga keberlangsungan hidup perusahaan akan terjamin dalam jangka waktu yang panjang.
    • Identifikasi peraturan terkait dengan kegiatan perusahaan atau organisasi dan memenuhinya.
    • Identifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan
    • Tentukan Sasaran Organisasi sesuai dengan dengan harapan pelanggan
    • Komunikasikan Sasaran Organisasi dan harapan pelanggan ke seluruh organisasi
    • Analisa tingkat kepuasan pelanggan dan lakukan tindakan perbaikan berkelajutan.
    • Selalu melakukan komunikasi dengan pelanggan eksternal maupun pelanggan internal
  2. Leadership. Kepemimpinan dalam sebuah organisasi memiliki peranan yang sangat penting. Pimpinan memiliki peran sebagai pelatih yang memiliki target sesuai sasaran perusahaan melalui pemberdayaan karyawan, pembuat keputusan berdasarkan data dan fakta (decision maker) serta membuat standard sistem manajemen perusahaan yang diwariskan untuk genarasi berikutnya.
    • Pastikan bahwa setiap karyawan memahami peran dan fungsinya masing-masing.
    • Memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi dan memberikan semangat kepada semua karyawan agar memberikan dukungan yang optimal kepada organisasi.
    • Memenuhi kebutuhan internal perusahaan atau organisasi, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya yang mendukung kegiatan perusahan atau organisasi.
    • Menetapkan Visi dan Misi yang jelas dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan.
  3. Engagement of People. Keterlibatan Karyawan dalam proses dan sitem sangat dapat memberikan nilai lebih kepada Customer akan lebih mudah bila didukung oleh personal yang kompeten, mampu diberdayakan dan terlibat di semua tingkatan di seluruh Perusahaan. Bentuk aplikasinya adalah dengan mempromosikan pendekatan proses dan pentingnya kontribusi setiap tingkatan di Perusahaan.
    • Pastikan setiap karyawan memahami dan melaksanakan tugas, tanggungjawab dan wewenangnya sesuai dengan job description yang telah ditetapkan.
    • Tingkatkan kompetensi karyawan dengan pelatihan-pelatihan yang dapat mendukung peran dan tugasnya.
    • Kembangkan budaya penyelesaian masalah bersama dan peyelesaian masalah pada akarnya.
  4. Process Approach. Pendekatan Proses adalah pendekatan yang paling tepat dan direkomendasikan oleh ISO. Sistem manajemen mutu yang telah ditetapkan di perusahaan bukan dibuat berdasarkan pendekatan departemen, akan tetapi berdasarkan proses murni yang ada di perusahaan dengan melibatkan seluruh pihak yang terkait.
    • Tetapkan alur proses yang sesuai dengan bisnis atau kegiatan perusahaan atau organsasi.
    • Jabarkan secara detail setiap proses yang telah ditetapkan pada alur proses perusahaan atau organisasi (business Process).
    • Menganalisa dan mengukur kunci kemampuan dan aktivitas-aktivitas.
    • Tentukan Key Performance Indicator dari setiap.
    • Lakukan identifikasi proses dan tentukan dampak resikonya.
  5. Improvement. Peningkatan sebuat perusahaan atau organisasi adalah tujuan dari penerapan Sistem Manajemen Mutu. Bentuk aplikasinya adalah dengan selalu melakukan perubahan melalui peningakatan berkelanjutan baik internal dan eksternal yang disesuaikan dengan iklim perubahan terkini. Sehingga perusahaan akan selalu siap menghadapi persaingan dengan para kompetitor.
    • Tentukan Sasaran Mutu Perusahaan atau Organisasi.
    • Rumuskan bagaimana melakukan evaluasi pencapaian Sasaran dan Kinerja Proses
    • Lakukan perbaikan yang efektif dan berkelanjutan terhadap produk, proses dan Sasaran Mutu.
    • Tingkatkan kompetensi karyawan dengan pelatihan yang sesuai.
  6. Evidence Based Decision Making. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil tindakan perbaikan. Bentuk aplikasinya adalah setiap menetapkan kesimpulan dari sebuah permasalahan ditetapkan berdasarkan analisis fakta dan data yang diperoleh selama melakukan analisa. Sehingga keputusan yang diambil akan menghasilkan keputusan yang produktif dan tepat sasaran.
    • Lakukan analisa data untuk menentukan tindakan yang efektif dalam mengatasi masalah.
    • Memastikan data yang dilakukan analisa akurat dan sesuai dengan fakta.
    • Bandingkan hasil analisa dengan tindakan perbaikan sebelumnya sebagai benchmark atas tindakan yang ingin dilakukan.
  7. Relationship Management. Hubungan Manajemen dengan pihak-pihak yang berkepentingan sangat diperlukan untuk mempertahankan kesuksesan sebuah perusahaan atau organisasi.
    • Lakukan analisa kepuasan pelanggan sebagai masukan peningkatan kualitas produk dan layanan.
    • Identifikasi pemasok dan lakukan seleksi secara tepat terhadap para calon pemasok.
    • Lakukan evaluasi pemasok (analisa kinerja supplier) secara berkala dan komunikasikan hasilnya kepada para pemasok sebagai masukan mereka untuk melakukan peningkatan kualitas.
    • Berikan masukan dan saran perbaikan kepada para pemasok jika perlu tingkatkan kemampuan pemasok dengan pelatihan.

Artikel Terkait
8 Prinsip Manajemen Mutu

Daftar Isi Website

Sistem Manajemen

  • Sistem Manajemen Lingkungan
    • Sejarah ISO 14001
    • Manfaat ISO 14001
    • Konsultasi ISO 9001
      • Identifikasi Aspek dan Dampak
      • Limbah B3
      • Material Safety Data Sheet
      • Prinsip Manajemen Lingkungan
    • Training ISO 14001
      • Training Penyusunan Dokumen ISO 14001
      • Training Identifikasi Aspek Dan Dampak Lingkungan
      • Training Auditor Internal ISO 14001
      • Training Interpretasi Standard ISO 14001
      • Training Limbah B3
      • Training Tanggap Keadaan Darurat
    • ISO 14001:2004
      • Klausul ISO 14001:2004
      • Standard ISO 14001:2004
    • ISO 14001:2015
      • Klausul 14001:2015
      • Standard 14001:2015
    • Perbandingan ISO 14001:2004 dan ISO 14001:2015
    • Sertifikasi ISO 14001
  • Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
    • Sejarah OHSAS 18001
    • Manfaat OHSAS 18001
    • Konsultasi OHSAS 18001
    • Sejarah ISO 45001
    • Manfaat ISO 45001
    • Konsultasi ISO 45001
      • Identifikasi Bahaya dan Resiko
      • Jenis-jenis Bahaya
      • Tanggap Keadaan Darurat
      • Prinsip Manajemen K3
    • Training ISO 45001
      • Training Penyusunan Dokumen ISO 45001
      • Training Identifikasi Bahaya Dan Resiko Kerja
      • Training Auditor Internal ISO 45001
      • Training Interpretasi Standard ISO 45001
      • Training Penanggulangan Bahaya
      • Training Tanggap Keadaan Darurat
    • OHSAS 18001:2007
      • OHSAS 18001:2007
      • Standard OHSAS 18001:2007
    • SMK3 50 Tahun 2012
      • Klausul SMK3 PP PP 50 Tahun 2012
      • Persyaratan SMK3 PP 50 Tahun 2012
    • ISO 45001:2018
      • Klausul 45001:2018
      • Standard 45001:2018
    • Perbandingan OHSAS 18001:2007 dan ISO 45001:2018
    • Sertifikasi OHSAS 18001
    • Sertifikasi ISO 45001
    • Sertifikasi SMK3
  • Sistem Manajemen Keamanan Pangan
    • Sejarah ISO 22000
    • Manfaat ISO 22000
    • Konsultasi ISO 22000
    • Sejarah HACCP
    • Manfaat HACCP
    • Konsultasi HACCP
    • Sejarah GMP
    • Manfaat GMP
    • Konsultasi GMP
      • Identifikasi Dampak dan Resiko Makanan
      • Jenis-jenis Bahaya Makanan
      • Tanggap Keadaan Darurat
      • Prinsip Manajemen Keamanan Pangan
    • Training ISO 22000
      • Training Penyusunan Dokumen ISO 22000
      • Training Identifikasi Bahaya Dan Resiko Makanan
      • Training Auditor Internal ISO 22000
      • Training Interpretasi Standard ISO 22000
      • Training Penanggulangan Bahaya
      • Training Tanggap Keadaan Darurat
    • ISO 22000
      • ISO 22000:2018
      • Standard ISO 22000:2018
    • HACCP
      • HACCP
      • Standard HACCP
    • GMP
      • GMP
      • Standard GMP
    • Perbandingan ISO 22000 dan FSSC 22000
    • Perbandingan HACCP dan GMP
    • Sertifikasi ISO 2000
    • Sertifikasi HACCP
    • Sertifikasi GMP

8 Prinsip Manajemen Mutu

Pada dasarnya ada 8 Prinsip dalam Manajemen ISO:

  1. Customer Focus – Fokus Pelanggan : Semua aktifitas perencanaan dan implementasi sistem digunakan untuk memberikan kepuasaan pada pelanggan dan metode untuk mendapatkan umpan balik pelanggan. Langkah-langkah penerapan Customer Focus :
    • Identifikasi peraturan terkait dengan kegiatan perusahaan atau organisasi dan memenuhinya.
    • Identifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan
    • Tentukan Sasaran Organisasi sesuai dengan dengan harapan pelanggan
    • Komunikasikan Sasaran Organisasi dan harapan pelanggan ke seluruh organisasi
    • Analisa tingkat kepuasan pelanggan dan lakukan tindakan perbaikan berkelajutan.
    • Selalu melakukan komunikasi dengan pelanggan eksternal maupun pelanggan internal
  2. Leadership – Kepemimpinan: Top management berfungsi sebagai leader dalam mengawal implementasi system bahwa semua gerak organisasi selalu terkontrol dalam satu komando dengan komitmen yang sama dan gerak yang sinergi pada setipa elemen oraganisasi. Langkah-langkah penerapan Leadership :
    • Pastikan bahwa setiap karyawan memahami peran dan fungsinya masing-masing.
    • Memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi dan memberikan semangat kepada semua karyawan agar memberikan dukungan yang optimal kepada organisasi.
    • Memenuhi kebutuhan internal perusahaan atau organisasi, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya yang mendukung kegiatan perusahan atau organisasi.
    • Menetapkan Visi dan Misi yang jelas dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan.
  3. Involvement of people – Keterlibatan semua orang: Semua elemen dalam organisasi terlibat dan concern dalam implementasi sistem manajemen mutu sesuai fungsi kerjanya masing-masing. Langkah-langkah penerapan Involvement of people:
    • Pastikan setiap karyawan memahami dan melaksanakan tugas, tanggungjawab dan wewenangnya sesuai dengan job description yang telah ditetapkan.
    • Tingkatkan kompetensi karyawan dengan pelatihan-pelatihan yang dapat mendukung peran dan tugasnya.
    • Kembangkan budaya penyelesaian masalah bersama dan peyelesaian masalah pada akarnya.
  4. Process Approach – Pendekatan Proses: Aktifitas implementasi sistem selalu mengikuti alur proses yang tejadi dalam oraganisasi. Pendekatan pengelolaan proses dipetakan melalui proses bisnis. Dengan demikian, pemborosan karena proses yang tidak perlu bisa dihindari atau sebaliknya. Langkah-langkah penerapan
    Process Approach :
    • Tetapkan alur proses yang sesuai dengan bisnis atau kegiatan perusahaan atau organsasi.
    • Jabarkan secara detail setiap proses yang telah ditetapkan pada alur proses perusahaan atau organisasi (business Process).
      Menganalisa dan mengukur kunci kemampuan dan aktivitas-aktivitas.
    • Tentukan Key Performance Indicator dari setiap.
    • Lakukan identifikasi proses dan tentukan dampak resikonya.
  5. System Approach to Management – Pendekatan Sistem Ke Manajemen: Implementasi sistem mengedepankan pendekatan pada cara pengelolaan (manajemen) proses bukan sekedar menghilangkan masalah yang terjadi. Langkah-langkah penerapan System Approach to Management :
    • Komunikasikan penyelesaian masalah secara bersama dan hingga ke akar masalah.
    • Memastikan bahwa Sistem yang efektif telah ditetapkan pada setiap proses dan dilakukan evaluasi.
    • Menjadikan setiap proses saling terkait sebagaimana yang telah ditetapkan pada business process dan menjadikan proses selanjutnya dari setiap proses sebagai pelanggan internal.
  6. Continual Improvement – Perbaikan Berkelanjutan: Selalu melakukan improvement. langkah-langkah penerapan
    Continual Improvement :
    • Tentukan Sasaran Mutu Perusahaan atau Organisasi
    • Rumuskan bagaimana melakukan evaluasi pencapaian Sasaran dan Kinerja Proses
    • Lakukan perbaikan yang efektif dan berkelanjutan terhadap produk, proses dan Sasaran Mutu.
    • Tingkatkan kompetensi karyawan dengan pelatihan yang sesuai.
  7. Factual Approach to Decision Making – Pendekatan Fakta dalam pengambilan kebutusan: Setiap keputusan dalam implementasi sistem selalu didasarkan pada fakta dan data. Langkah-langkah penerapan
    Factual Approach to Decision Making :
    • Lakukan analisa data untuk menentukan tindakan yang efektif dalam mengatasi masalah.
    • Memastikan data yang dilakukan analisa akurat dan sesuai dengan fakta.
    • Bandingkan hasil analisa dengan tindakan perbaikan sebelumnya sebagai benchmark atas tindakan yang ingin dilakukan.
  8. Mutually Beneficial Supplier Relationship – Kerjasama yang saling menguntungkan dengan pemasok: Supplier bukanlah pembantu, tetapi mitra saling usaha, karena itu harus terjadi pola hubungan saling menguntungkan. Langkah-langkah penerapan
    Mutually Beneficial Supplier Relationship :
    • Identifikasi pemasok dan lakukan seleksi secara tepat terhadap para calon pemasok.
    • Lakukan evaluasi pemasok secara berkala dan komunikasikan hasilnya kepada para pemasok sebagai masukan mereka untuk melakukan peningkatan kualitas.
    • Berikan masukan dan saran perbaikan kepada para pemasok jika perlu tingkatkan kemampuan pemasok dengan pelatihan.

Artikel Terkait
7 Prinsip Manajemen Mutu

Klausul ISO 9001:2015

Daftar ISI

0. Pengantar
0.1. Umum
0.2. Prinsip-prinsip Manajemen
0.3. Pendekatan Proses
0.4. Hubungan dengan standar-standar sistem manajemen lainnya

1. Ruang Lingkup

2. Acuan Normatif

3. Istilah dan Definisi

4. Konteks Organisasi
4.1. Memahami Organisasi dan Konteksnya
4.2. Memahami kebutuhan dan harapan dari pihak-pihak yang berkepentingan
4.3. Menentukan ruang lingkup sistem manajemen mutu
4.4. Sistem manajemen mutu dan proses-prosesnya

5. Kepemimpinan
5.1. Kepemimpinan dan komitmen
5.2. Kebijakan
5.3. Peran Organisasi, tanggung jawab dan otoritas

6. Perencanaan
6.1. Tindakan untuk menangani risiko dan peluang
6.2. Sasaran mutu dan perencanaan untuk mencapainya
6.3. Perencanaan perubahan

7. Dukungan
7.1. Sumberday
7.2. Kompetensi
7.3. Kesadaran
7.4. Komunikasi
7.5. Informasi terdokumentasi 

8. Operasional
8.1. Perencanaan dan pengendalian operasional
8.2. Persyaratan untuk produk dan layanan
8.3. Desain dan pengembangan produk dan layanan
8.4. Pengendalian produk dan layanan eksternal yang disedia
8.5. Produksi dan penyediaan layanan
8.6. Pelepasan atas produk dan layanan
8.7. Kendali atas output yang tidak sesuai 

9. Evaluasi kinerja
9.1. Pemantauan, pengukuran, analisis dan evaluasi
9.2. Audit internal
9.3. Tinjauan  Manajemen

10. Evaluasi kinerja
10.1. Umum
10.2. Ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan
10.3. Peningkatan terus-menerus




ISO 9001:2015

Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Memberikan pedoman bagi perusahaan atau organisasi untuk memenuhi persyaratan pelanggan dan melakukan peningkatan kualitas secara konsisten.

ISO 9001:2015 merupakan pengembangan dari ISO 9001:2008.
Standar ISO 9001: 2015 dapat diterapkan oleh perusahaan atau organisasi apa pun, besar atau kecil, terlepas dari bidang kegiatannya. Faktanya, ada lebih dari satu juta perusahaan dan organisasi di lebih dari 170 negara yang tersertifikasi ISO 9001.

Standar ISO 9001: 2015 menetapkan beberapa persyaratan bagi perusahaan atau organisasi yang ingin menerapkan sistem manajemen mutu. Perusahaan atau organisasi yang telah menerapkan ISO 9001:2015 secara konsisten dapat memperoleh sertifikat ISO 9001. Dan sertifikasi Sistem Manajemen Mutu bukan merupakan suatu keharusan.

Standar ISO 9001:2015 didasarkan pada sejumlah prinsip manajemen mutu, yaitu:
– Fokus pelanggan yang kuat,
– Motivasi dan implikasi manajemen puncak,
– Pendekatan proses dan peningkatan berkelanjutan.

Pejelasan lebih detai terkait Prinsip Manajemen Mutu silakan download di sini (Management Principles).

Penerapan ISO 9001: 2015 membantu memastikan bahwa pelanggan mendapatkan produk dan layanan dengan kualitas baik secara konsisten. Gambaran lebih detail tentang ISO 9001 silakan download di sini (PowerPoint Presentasi ISO 9001).

ingin tahu lebih banyak tentang ISO 9001:2015 silakan klik link dibawah ini atau hubungi kami.

Terjemah Artikel Secara Bebas
sumber : www.iso.org
sumber : www.theprime-consulting.co.id

Konsultasi OHSAS 18001

Konsultasi OHSAS 18001

OHSAS 18001:2007 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Diterbitkan tahun 2007, menggantikan OHSAS 18001:1999, dan dimaksudkan untuk mengelola aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3). OHSAS 18001:2007 menyediakan kerangka bagi efektifitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang diterapkan pada aktivitas-aktivitas anda dan mengenali adanya bahaya-bahaya yang timbul.

Organisasi dan perusahaan yang telah berhasil mendapatkan sertifikat ISO 14001:2004 diantaranya:

  1. PT. Bondor Indonesia
  2. PT. Dinamika Persada
  3. PT. One Connect
  4. dll.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih detail silakan konsultasi dengan kami.

Phone:
0817-210875 (xl)
0858-11-210875 (indosat)
Email: 210875@mochamadsutarsono.com

Pendahuluan

OHSAS 18001:2007 Yaitu suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Diterbitkan tahun 2007, menggantikan OHSAS 18001:1999, dan dimaksudkan untuk mengelola aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3). OHSAS 18001:2007 menyediakan kerangka bagi efektifitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang diterapkan pada aktivitas-aktivitas anda dan mengenali adanya bahaya-bahaya yang timbul.

Standar tersebut bisa diterapkan pada setiap organisasi yang berkemauan untuk menghapuskan atau meminimalkan resiko bagi para karyawan dan pemegang kepentingan lainnya yang berhubungan langsung dengan resiko K3 menyertai aktifitas-aktifitas yang ada. Banyak organisasi memiliki elemen-elemen yang dipersyaratkan oleh OHSAS 18001:2007 tersedia di tempat penggunaan yang dapat saling melengkapi untuk membuat lebih baik sistem manajemen terpadu sesuai dengan persyaratan standar ini. Organisasi yang mengimplementasikan OHSAS 18001:2007 memiliki struktur manajemen yang terorganisir dengan wewenang dan tanggung-jawab yang tegas, sasaran perbaikan yang jelas, hasil pencapaian yang dapat diukur dan pendekatan yang terstruktur untuk penilaian resiko. Demikian pula, pengawasan terhadap kegagalan manajemen, pelaksanaan audit kinerja dan melakukan tinjauan ulang kebijakan dan sasaran K3.

Maksud Dan Tujuan Konsultasi OHSAS 18001.

Adapun Maksud dan tujuan Konsultasi dan Pelatihan ini adalah:

  • Meningkatkan kesadaran akan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
  • Memberikan pemahaman, khususnya bagi tim inti, terhadap persyaratan standar OHSAS 18001:2007 dan penerapannya dalam perusahaan.
  • Membantu perusahaan dalam merancang dan membangun sistem manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
  • Menyiapkan (calon) auditor internal perusahaan.
  • Membantu perusahaan dalam mengintegrasikan sistem manajemen K3 OHSAS 18001:2007 ke dalam sistem manajemen lain.
  • Membantu perusahaan dalam mendapatkan sertifikat OHSAS 18001:2007.

Manfaat Dan Keuntungan Konsultasi OHSAS 18001

Manfaat yang akan didapatkan dari implementasi Sistem Manajemen OHSAS 18001:2007 antara lain:

  • Eksternal:
    • Memperlihatkan kepada pelanggan keseriusan dan komitmen perusahaan dalam program Kesehatan Dan Kecelakaan Kerja.
    • Menambah kredibilitas dan keyakinan pelanggan akan kepedulian perusahaan dalam Kesehatan Dan Keselamatan Kerja.
    • Sebagai bukti komitmen Manajemen yang menaruh perhatian terhadap pengelolaan K3.
    • Menunjukkan kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan terkait.
    • Meningkatkan citra perusahaan di mata mata publik nasional dan internasional.
  • Internal:
    • Memiliki sistem dokumentasi K3.
    • Menjamin dan meningkatkan konsistensi untuk melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan kecelakaan kerja.
    • Dengan penerapan sistem manajemen K3 secara baik dan konsisten dapat mencegah timbulnya kecelakaan kerja.
    • Lingkungan kerja yang baik dan dapat meningkatkan semangat dan kepedulian pekerja.
    • Meningkatkan kondisi lingkungan kerja menjadi lebih baik.
    • Memberikan suatu mekanisme terhadap pengelolaan dan jaminan adanya penyempurnaan berkelanjutan.
    • Meningkatkan kepedulian karyawan akan pentingnya bekerja dengan selalu memperhatikan aspek-aspek K3.
    • Memberikan pelatihan secara teratur bagi karyawan perusahaan.

Ruang Lingkup Konsultasi OHSAS 18001

Program konsultasi Dan Pelathan Sistem Manajemen OHSAS 18001:2007 ini meliputi:

Strategi Konsultasi OHSAS 18001

Melalui komitmen dan kepemimpinan dari manajemen puncak, organisasi akan mampu membangun Sistem Manajemen yang didukung secara penuh oleh seluruh jajaran karyawannya. Terdapat delapan prinsip manajemen mutu yang dapat membantu meningkatkan ataupun mensukseskan proses implementasi OHSAS 18001:2007 ini. Prinsip-prinsip tersebut antara lain adalah.

  1. Prinsip 1 – Keterlibatan Kepemimpinan.
    Manajemen puncak organisasi harus secara aktif terlibat dalam sistem manajemen.
  2. Prinsip 2 – Manajemen Risiko.
    Penerapan sistem manajemen OHSAS adalah didorong oleh kebutuhan manajemen risiko organisasi – bahaya dan risiko yang teridentifikasi dan kontrol yang ditentukan untuk menjadi diperlukan untuk mencegah cedera dan kesehatan yang buruk.
  3. Prinsip 3 – Komitmen terhadap Kepatuhan.
    kepentingan Masyarakat, sebagaimana tercermin dalam undang-undang dan peraturan diundangkan, harus ditangani.
  4. Prinsip 4 – Partisipasi Karyawan.
    Karyawan, sebagai stakeholder utama dari kesehatan kerja dan sistem manajemen keselamatan, memiliki hak untuk terlibat dalam proses sistem manajemen.
  5. Prinsip 5 – Kinerja Monitoring dan Perbaikan.
    perbaikan terus-menerus, sebuah mantra sistem manajemen, tidak dapat dicapai kecuali proses berada di tempat untuk mengukur kinerja.

Metodologi Dan Jasa Yang Diberikan

Konsultasi OHSAS 18001:2007 yang ditawarkan merupakan setup awal sistem manajemen mutu menggunakan metode pendekatan proses di dalam organisasi, membantu merumuskan perencanaan, mengarahkan pelaksanaan, mengawasi evaluasi dan melakukan monitoring serta memberikan saran dalam tindakan perbaikan dan pencegahan sehingga pengembangan sistem yang berjalan menjadi lebih baik secara terus menerus dan berkelanjutan.

Adapun dalam hal pengembangan dan penerapan sistem manajemenOHSAS 18001:2007 akan dilakukan melalui pendekatan terhadap kebutuhan spesifik perusahaan dengan cara mengaktualisasikan butir-butir elemen OHSAS 18001:2007 ke dalam proses bisnis yang ada dan dilaksanakan dalam beberapa tahap:

  1. Tahap persiapan infrastruktur sistem.
  2. Tahap pengembangan sistem.
  3. Tahap Persiapan Sertifikasi.
  4. Tahap sertifikasi OHSAS 18001:2007.
  5. Tahap laporan akhir konsultasi.

Keuntungan Kerjasama Dengan MSI Consulting

Konsultan kami memiliki komitmen bersama untuk secara optimal memberikan layanan kepada pelanggan kami, meliputi:

  • Full Service. Sebagian besar perusahaan konsultan membatasi layanannya, tetapi bagi kami, layanan yang memang diperlukan secara luas akan selalu kami berikan pada klien, karena setiap layanan memiliki tujuan pencapaian dan disini kami hadir untuk memberikan fasilitas dan berperan sebagai pembimbing dan pelatih.
  • Experienced Consultants. Konsultan kami adalah praktisi yang sudah berpengalaman di bidangnya.
  • Intensive consultancy. Konsultan kami dapat dihubungi diluar jadwal konsultasi, di luar kondisi khusus. Klien dapat selalu berdiskusi sepanjang waktu dalam penyusunan dan penerapan sistem.
  • Goal Competency. Bagi kami pemahaman dan kompetensi adalah hal yang paling utama dalam penerapan sistem sedangkan sertifikasi adalah akibat yang ditimbulkan dari sistem yang diterapkan secara efektif dan efisien. Karena itu kami berani memberikan jaminan.
  • Certification Guarantee. Msi-consulting memberikan jaminan sertifikasi.

Biaya Konsultasi Dan Pelatihan

Biaya paket konsultasi ISO 9001, tergantung pada:

  • Jumlah Karyawan.
  • Kompetensi Karyawan.
  • Luas Area.
  • Jumlah Site.
  • Lokasi Site.

sumber : msi-consulting.co.id

Konsultasi ISO 14001

Konsultasi ISO 14001:2015

Sistem Manajemen Lingkungan (SML) / Environment Management System (EMS) / ISO 14001:2004 menjadi pedoman bagi banyak organisasi untuk memberikan arahan  dalam mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan melalui alokasi sumber daya dan evaluasi kegiatan, produk, serta jasa yang berdampak pada lingkungan.

Sebagai sebuah standar sistem manajemen, ISO 14001 telah dikembangkan pula  untuk dapat lebih mudah diintegrasikan dengan sistem manajemen lainnya, khususnya dengan standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001.  Kompatibilitas diantara keduanya dapat mudah dikenali dengan memperhatikan struktur elemen/klausul yang terkandung di dalamnya.  Lebih jauh lagi, tentu saja kompatibilitas sistem-sistem yang dikembangkan dalam perusahaan akan diwujudkan dalam bentuk dokumentasi dan penerapannya dilapangan.

Organisasi dan perusahaan yang telah berhasil mendapatkan sertifikat ISO 14001 diantaranya:

  1. PT. Daijo Industrial
  2. PT. Karya Pratama
  3. PT. Emblem Asia
  4. PT. Air Liquid
  5. dll.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih detail silakan konsultasi dengan kami.

Phone:
0817-210875 (xl)
0858-11-210875 (indosat)
Email:
210875@mochamadsutarsono.com

Latar Belakang Konsultasi ISO 14001

Seiringan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, maka semakin banyak pula organisasi yang berupaya untuk merealisasikan komitmen di bidang pengendalian lingkungan.

ISO 14001:2015 menjadi pedoman bagi banyak organisasi untuk memberikan arahan  dalam mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan melalui alokasi sumber daya dan evaluasi kegiatan, produk, serta jasa yang berdampak pada lingkungan.

Setelah masalah mutu, tuntutan kemudian diarahkan pula pada masalah lingkungan.  Kepedulian perusahaan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan akan memberikan nilai tambah terhadap citra baik perusahaan di mata pelanggan maupun pihak-pihak lain yang memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan.

Sebagai sebuah standar sistem manajemen, ISO 14001:2015 telah dikembangkan pula  untuk dapat lebih mudah diintegrasikan dengan sistem manajemen lainnya, khususnya dengan standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015.  Kompatibilitas diantara keduanya bisa dengan mudah dikenali dengan memperhatikan struktur elemen/klausul yang terkandung di dalamnya.  Lebih jauh lagi, tentu saja kompatibilitas sistem-sistem yang dikembangkan dalam perusahaan akan diwujudkan dalam bentuk dokumentasi dan penerapannya dilapangan.

Maksud Dan Tujuan Konsultasi ISO 14001

Adapun Maksud dan tujuan Konsultasi dan Pelatihan ini adalah:

  • Memberikan pemahaman mengenai upaya pengelolaan dan perbaikan lingkungan.
  • Memberikan pemahaman, khususnya bagi tim inti, terhadap persyaratan standar ISO 14001:2015 dan penerapannya dalam perusahaan.
  • Membantu perusahaan dalam merancang dan membangun sistem manajemen lingkungan yang efektif dengan mengakomodasi persyaratan standar ISO 14001:2015 dan dokumentasi yang diperlukan.
  • Menyiapkan (calon) auditor internal perusahaan untuk dapat memenuhi kompetensi minimal dalam melaksanakan aktivitas audit bagi sistem manajemen lingkungan.
  • Membantu perusahaan dalam mengintegrasikan sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015 ke dalam sistem manajemen lain yang sudah berjalan di perusahaan.
  • Membantu perusahaan dalam mendapatkan sertifikat ISO 14001:2015.

Manfaat Dan Keuntungan

Manfaat yang akan didapatkan dari implementasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 antara lain:

  • Internal:
    • Memperlihatkan kepada pelanggan keseriusan dan komitmen perusahaan dalam program pelestarian lingkungan.
    • Menambah kredibilitas dan keyakinan pelanggan akan kepedulian perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.
    • Meningkatkan citra perusahaan di mata dunia akan konservasi alam dan mencegah klaim terkait dengan lingkungan.
  • Eksternal:
    • Memiliki sistem dokumentasi lingkungan.
    • Menjamin dan meningkatkan konsistensi untuk melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan kerusahan alam dengan melakukan pemenuhan terhadap peraturan dan persyaratan terkait dengan lingkungan.
    • Dengan penerapan sistem manajemen lingkungan ISO 14001-2015 secara baik dan konsisten dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam dan mengurangi limbah.
    • Lingkungan kerja yang baik dan dapat meningkatkan semangat dan kepedulian pekerja untuk semakin meningkatkan kualitas lingkungan kerja yang asri.
    • Meningkatkan kondisi lingkungan kerja menjadi lebih baik.

Ruang Lingkup Konsultasi ISO 14001

Program konsultasi Dan Pelatihan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 ini meliputi:

  • Pengembangan sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015.
  • Implementasi sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015.
  • Audit sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015.
  • Sertifikasi ISO 14001:2015.

Strategi

Melalui komitmen dan kepemimpinan dari manajemen puncak, organisasi akan mampu membangun Sistem Manajemen yang didukung secara penuh oleh seluruh jajaran karyawannya. Terdapat delapan prinsip manajemen mutu yang dapat membantu meningkatkan ataupun mensukseskan proses implementasi ISO 14001:2015 ini.

Prinsip-prinsip tersebut antara lain adalah.

  1. Prinsip 1 – Komitmen dan kebijakan.
    Organisasi harus menetapkan kebijakan lingkungan dan memastikan memiliki komitmen terhadap Sistem Manajemen lingkungan.
  2. Prinsip 2 – Perencanaan.
    Organisasi harus menyusun rencana untuk mentaati kebijakan lingkungan yang ditetapkannya sendiri.
  3. Prinsip 3 – Implementasi dan Operasi.
    Agar terlaksana dengan efektif, organisasi harus mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mentaati kebijakan lingkungan, tujuan dan sasaran manajemen.
  4. Prinsip 4 – Pemeriksaan dan Koreksi.
    Organisasi harus memeriksa, memantau dan mengoreksi kinerja lingkungannnya.
  5. Prinsip 5 – Kaji Ulang manajemen.
    Organisasi harus mengkaji ulang dan terus-menerus memperbaiki Standard Manajemen Lingkungan dengan maksud untuk menyempurnakan kinerja lingkungan yang telah dicapai.

Metodologi Dan Jasa Yang Diberikan

Jasa konsultasi ISO 14001:2015 yang ditawarkan MSI Consulting merupakan setup awal sistem manajemen lingkungan baik independen maupun integrasi dengan sistem manajemen yang sudah ada. menggunakan metode pendekatan proses di dalam organisasi, membantu merumuskan perencanaan, mengarahkan pelaksanaan dari mulai identifikasi aspek dan dampak lingkungan, identifikasi peraturan dan persyaratan  hingga pemantauan pelaksanaan pengeloaan lingkungan, mengawasi evaluasi dan melakukan monitoring serta memberikan saran dalam tindakan perbaikan dan pencegahan sehingga pengembangan sistem yang berjalan menjadi lebih baik secara terus menerus dan berkelanjutan untuk memperbaiki kelestarian lingkungan.

Adapun dalam hal pengembangan dan penerapan sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015 akan dilakukan melalui pendekatan terhadap kebutuhan spesifik perusahaan dengan cara mengaktualisasikan butir-butir elemen ISO 14001:2015 ke dalam proses bisnis yang ada dan dilaksanakan dalam beberapa tahap:

Tahap I (persiapan infrastruktur sistem).

  • Kick Off, komitment bersama (manajemen, tim, seluruh karyawan dan konsultan) untuk memulai program dan disini juga dijelasan secara rinci teknis pelaksanaan program setiap tahapan berdasarkan kesepakatan bersama.
  • Gap Analisys / Preliminary Assessment, bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap sistem manajemen yang telah ada di perusahaan terhadap Standar ISO 14001:2015. Pada tahap ini Konsultan akan melakukan audit sistem secara keseluruhan, baik yang sedang dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan melalui pengumpulan dokumen dan wawancara. Hasil audit tersebut akan ditinjau dan dianalisa untuk mengetahui kekurangan sistem yang telah ada terhadap persyaratan standar ISO 14001:2015.
  • Executif Briefing, Penjelasan terhadap hasil tinjauan dan analisa Gap Analisys yang dilakukan konsultan.
  • Training ISO 14001:2015 Requirement.
  • Training Environment Documentation:.

–          Business Process Mapping,
–          Environmental Manual,
–          Environmental Procedure,
–          Environmental Aspects Identification,
–          Environmental Regulations.
–          Environmental programs control and evaluation.
–          Emengency response.

Tahap II (pengembangan sistem).

  • Consultation of Program 1 dan 2
  • Development of Program 1 dan 2
  • Review of Program 1 dan 2

Tahap III (persiapan sertifikasi).

  • Training Internal Environment Audit.
  • Environment Audit Second Party by Consultant.
  • Consultation of Consultant Audit Findings.
  • Training Resfreshing ISO 14001:2015.

Tahap IV (Sertifikasi ISO 14001:2015).

  • Consultation of Pre-assessment Audit Findings.
  • Consultation of Final-assessment Audit Findings.

Tahap V (Laporan Akhir Konsultasi).

  • Saran-saran untuk perbaikan.
  • Pelatihan Lainnya (optional).

Keuntungan Kerjasama Dengan Kami

Konsultan kami memiliki komitmen bersama untuk secara optimal memberikan layanan kepada pelanggan kami, meliputi:

  • Full Service. Sebagian besar perusahaan konsultan membatasi layanannya, tetapi bagi kami, layanan yang memang diperlukan secara luas akan selalu kami berikan pada klien, karena setiap layanan memiliki tujuan pencapaian dan disini kami hadir untuk memberikan fasilitas dan berperan sebagai pembimbing dan pelatih
  • Experienced Consultants. Konsultan kami adalah praktisi yang sudah berpengalaman di bidangnya.
  • Intensive consultancy. Konsultan kami dapat dihubungi diluar jadwal konsultasi, di luar kondisi khusus. Klien dapat selalu berdiskusi sepanjang waktu dalam penyusunan dan penerapan sistem.
  • Goal Competency. Bagi kami pemahaman dan kompetensi adalah hal yang paling utama dalam penerapan sistem sedangkan sertifikasi adalah akibat yang ditimbulkan dari sistem yang diterapkan secara efektif dan efisien. Karena itu kami berani memberikan jaminan.
  • Certification Guarantee. Msi-consulting memberikan jaminan sertifikasi.Biaya Konsultasi Dan Pelatihan

Biaya paket konsultasi ISO 9001, tergantung pada:

  • Jumlah Karyawan.
  • Kompetensi Karyawan.
  • Luas Area.
  • Jumlah Site.
  • Lokasi Site.

sumber : msi-consulting.co.id