WordPress User Role

WordPress User Role adalah Aturan yang diperbolehkan kepada user untuk melakukan akses ke dalam admin Web.

WordPress User Role terbagi dalam 5 tingkatan:

  • ADMINISTRATOR
    WordPress User Role tingkat ini memiliki level yang paling tinggi dalam melakukan akses admin wordpress. User ini bisa memiliki akses untuk semua fitur yang ada didalam WordPress, antara lain administrasi plugin, manajemen user, manajemen artikel baik yang bersifat private maupun publik (bisa berupa post maupun page), pengaturan theme, manajemen kategori, file dan media yang diupload serta mampu memoderasi komentar.
  • EDITOR
    Role yang berada dibawah administrator adalah editor. Hak akses yang dimiliki oleh editor adalah melakukan segala bentuk administrasi semua artikel (bisa berupa post maupun page), manajemen kategori, upload file/media serta melakukan moderasi komentar. Akses yang TIDAK bisa dilakukan oleh editor adalah manajemen user, plugin dan theme.
  • AUTHOR
    Role setingkat dibawah Editor adalah Author, ia berhak mengatur manajemen artikel (berjenis post) yang ditulisnya sendiri termasuk dapat mem-publish artikelnya sendiri, serta berhak melakukan upload file. Bedanya dengan role Editor adalah, dia tidak bisa melakukan moderasi komentar (meskipun komentar itu berada pada artikel yang di postingnya sendiri).
  • CONTRIBUTOR
    Role yang letaknya persis dibawah author hanya berhak untuk menulis artikel (berjenis post) serta mengeditnya. Artikel yang bisa diedit, hanya artikel yang ditulis oleh contributor itu sendiri. Artikel yang telah ditulis oleh contributor hanya bisa dipublish oleh Level Administrator atau Level Editor, dengan kata lain contributor tidak bisa mempublish tulisannya. Artikel yang telah di publish oleh Administrator atau Editor tidak dapat diedit/dihapus lagi oleh contributor.
  • SUBSCRIBER
    Role subscriber adalah level yang paling bawah dalam manajemen role WordPress. Subscriber dapat membaca, dan memberikan komentar. Kelebihan subscriber dibandingkan dengan pengunjung biasa (guest user) adalah, subscriber dapat membaca post yang di “private” dan mengomentari post yang kolom komentarnya telah dilimit/dibatasi atau dibuat ketentuan “Users must be registered and logged in to comment” pada menu Discussion Settings.

ISO 14001:2015

ISO 14001 – Sistem Manajemen Lingkungan
Standar ISO 14001 memberikan pedoman bagi perusahaan atau organisasi untuk melakukan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan.

Standar ISO 14001:2015 dapat diterapkan oleh perusahaan atau organisasi yang prosesnya memiliki resiko terhadap pencemaran lingkungan.

Rangkaian standar ISO 14000 dikembangkan oleh Komite Teknis ISO ISO / TC 207 dan berbagai subkomite.

ISO 14001:2015 menetapkan persyaratan bagi perusahaan atau organisasi yang ingin menerapkan sistem manajemen lingkungan. Perusahaan atau organisasi yang telah menerapkan ISO 14001:2015 dapat memperoleh sertifikat sebagai bukti telah menerapkan sistem manajemen lingkungan sesuai standar ISO 14001:2015 secara konsisten. Dan sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan bukan merupakan suatu kewajiban.

Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 secara konsisten dapat berpengaruh terhadap manajemen perusahaan dan karyawan serta pemangku kepentingan eksternal. Bentuk konsistensi dari penerapan ISO 14001:2015 antara lain melakukan pengukuran dan pengendalian dampak lingkungan.

Penjelasan lebih detail tentang Manfaat ISO 14001:2015 silakan klik disini (benefits of ISO 14001:2015).

Lebih dari 300.000 perusahaan di 171 negara sudah mendapatkan sertifikasi ISO 14001.

Ingin tahu lebih banyak tentang ISO 14001:2015 silakan klik link dibawah ini atau hubungi kami.

Terjemah Artikel Secara Bebas
sumber : www.iso.org
sumber : www.theprime-consulting.co.id

7 Prinsip Manajemen Mutu

  1. Customer Focus. Fokus Pelanggan adalah prioritas utama dari Sistem Manajemen Mutu. Bentuk aplikasinya adalah dengan memberikan semua kebutuhan yang melebihi harapan Customer untuk ketercapaian kepuasan pelanggan. Sehingga keberlangsungan hidup perusahaan akan terjamin dalam jangka waktu yang panjang.
    • Identifikasi peraturan terkait dengan kegiatan perusahaan atau organisasi dan memenuhinya.
    • Identifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan
    • Tentukan Sasaran Organisasi sesuai dengan dengan harapan pelanggan
    • Komunikasikan Sasaran Organisasi dan harapan pelanggan ke seluruh organisasi
    • Analisa tingkat kepuasan pelanggan dan lakukan tindakan perbaikan berkelajutan.
    • Selalu melakukan komunikasi dengan pelanggan eksternal maupun pelanggan internal
  2. Leadership. Kepemimpinan dalam sebuah organisasi memiliki peranan yang sangat penting. Pimpinan memiliki peran sebagai pelatih yang memiliki target sesuai sasaran perusahaan melalui pemberdayaan karyawan, pembuat keputusan berdasarkan data dan fakta (decision maker) serta membuat standard sistem manajemen perusahaan yang diwariskan untuk genarasi berikutnya.
    • Pastikan bahwa setiap karyawan memahami peran dan fungsinya masing-masing.
    • Memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi dan memberikan semangat kepada semua karyawan agar memberikan dukungan yang optimal kepada organisasi.
    • Memenuhi kebutuhan internal perusahaan atau organisasi, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya yang mendukung kegiatan perusahan atau organisasi.
    • Menetapkan Visi dan Misi yang jelas dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan.
  3. Engagement of People. Keterlibatan Karyawan dalam proses dan sitem sangat dapat memberikan nilai lebih kepada Customer akan lebih mudah bila didukung oleh personal yang kompeten, mampu diberdayakan dan terlibat di semua tingkatan di seluruh Perusahaan. Bentuk aplikasinya adalah dengan mempromosikan pendekatan proses dan pentingnya kontribusi setiap tingkatan di Perusahaan.
    • Pastikan setiap karyawan memahami dan melaksanakan tugas, tanggungjawab dan wewenangnya sesuai dengan job description yang telah ditetapkan.
    • Tingkatkan kompetensi karyawan dengan pelatihan-pelatihan yang dapat mendukung peran dan tugasnya.
    • Kembangkan budaya penyelesaian masalah bersama dan peyelesaian masalah pada akarnya.
  4. Process Approach. Pendekatan Proses adalah pendekatan yang paling tepat dan direkomendasikan oleh ISO. Sistem manajemen mutu yang telah ditetapkan di perusahaan bukan dibuat berdasarkan pendekatan departemen, akan tetapi berdasarkan proses murni yang ada di perusahaan dengan melibatkan seluruh pihak yang terkait.
    • Tetapkan alur proses yang sesuai dengan bisnis atau kegiatan perusahaan atau organsasi.
    • Jabarkan secara detail setiap proses yang telah ditetapkan pada alur proses perusahaan atau organisasi (business Process).
    • Menganalisa dan mengukur kunci kemampuan dan aktivitas-aktivitas.
    • Tentukan Key Performance Indicator dari setiap.
    • Lakukan identifikasi proses dan tentukan dampak resikonya.
  5. Improvement. Peningkatan sebuat perusahaan atau organisasi adalah tujuan dari penerapan Sistem Manajemen Mutu. Bentuk aplikasinya adalah dengan selalu melakukan perubahan melalui peningakatan berkelanjutan baik internal dan eksternal yang disesuaikan dengan iklim perubahan terkini. Sehingga perusahaan akan selalu siap menghadapi persaingan dengan para kompetitor.
    • Tentukan Sasaran Mutu Perusahaan atau Organisasi.
    • Rumuskan bagaimana melakukan evaluasi pencapaian Sasaran dan Kinerja Proses
    • Lakukan perbaikan yang efektif dan berkelanjutan terhadap produk, proses dan Sasaran Mutu.
    • Tingkatkan kompetensi karyawan dengan pelatihan yang sesuai.
  6. Evidence Based Decision Making. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil tindakan perbaikan. Bentuk aplikasinya adalah setiap menetapkan kesimpulan dari sebuah permasalahan ditetapkan berdasarkan analisis fakta dan data yang diperoleh selama melakukan analisa. Sehingga keputusan yang diambil akan menghasilkan keputusan yang produktif dan tepat sasaran.
    • Lakukan analisa data untuk menentukan tindakan yang efektif dalam mengatasi masalah.
    • Memastikan data yang dilakukan analisa akurat dan sesuai dengan fakta.
    • Bandingkan hasil analisa dengan tindakan perbaikan sebelumnya sebagai benchmark atas tindakan yang ingin dilakukan.
  7. Relationship Management. Hubungan Manajemen dengan pihak-pihak yang berkepentingan sangat diperlukan untuk mempertahankan kesuksesan sebuah perusahaan atau organisasi.
    • Lakukan analisa kepuasan pelanggan sebagai masukan peningkatan kualitas produk dan layanan.
    • Identifikasi pemasok dan lakukan seleksi secara tepat terhadap para calon pemasok.
    • Lakukan evaluasi pemasok (analisa kinerja supplier) secara berkala dan komunikasikan hasilnya kepada para pemasok sebagai masukan mereka untuk melakukan peningkatan kualitas.
    • Berikan masukan dan saran perbaikan kepada para pemasok jika perlu tingkatkan kemampuan pemasok dengan pelatihan.

Artikel Terkait
8 Prinsip Manajemen Mutu

8 Prinsip Manajemen Mutu

Pada dasarnya ada 8 Prinsip dalam Manajemen ISO:

  1. Customer Focus – Fokus Pelanggan : Semua aktifitas perencanaan dan implementasi sistem digunakan untuk memberikan kepuasaan pada pelanggan dan metode untuk mendapatkan umpan balik pelanggan. Langkah-langkah penerapan Customer Focus :
    • Identifikasi peraturan terkait dengan kegiatan perusahaan atau organisasi dan memenuhinya.
    • Identifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan
    • Tentukan Sasaran Organisasi sesuai dengan dengan harapan pelanggan
    • Komunikasikan Sasaran Organisasi dan harapan pelanggan ke seluruh organisasi
    • Analisa tingkat kepuasan pelanggan dan lakukan tindakan perbaikan berkelajutan.
    • Selalu melakukan komunikasi dengan pelanggan eksternal maupun pelanggan internal
  2. Leadership – Kepemimpinan: Top management berfungsi sebagai leader dalam mengawal implementasi system bahwa semua gerak organisasi selalu terkontrol dalam satu komando dengan komitmen yang sama dan gerak yang sinergi pada setipa elemen oraganisasi. Langkah-langkah penerapan Leadership :
    • Pastikan bahwa setiap karyawan memahami peran dan fungsinya masing-masing.
    • Memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi dan memberikan semangat kepada semua karyawan agar memberikan dukungan yang optimal kepada organisasi.
    • Memenuhi kebutuhan internal perusahaan atau organisasi, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya yang mendukung kegiatan perusahan atau organisasi.
    • Menetapkan Visi dan Misi yang jelas dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan.
  3. Involvement of people – Keterlibatan semua orang: Semua elemen dalam organisasi terlibat dan concern dalam implementasi sistem manajemen mutu sesuai fungsi kerjanya masing-masing. Langkah-langkah penerapan Involvement of people:
    • Pastikan setiap karyawan memahami dan melaksanakan tugas, tanggungjawab dan wewenangnya sesuai dengan job description yang telah ditetapkan.
    • Tingkatkan kompetensi karyawan dengan pelatihan-pelatihan yang dapat mendukung peran dan tugasnya.
    • Kembangkan budaya penyelesaian masalah bersama dan peyelesaian masalah pada akarnya.
  4. Process Approach – Pendekatan Proses: Aktifitas implementasi sistem selalu mengikuti alur proses yang tejadi dalam oraganisasi. Pendekatan pengelolaan proses dipetakan melalui proses bisnis. Dengan demikian, pemborosan karena proses yang tidak perlu bisa dihindari atau sebaliknya. Langkah-langkah penerapan
    Process Approach :
    • Tetapkan alur proses yang sesuai dengan bisnis atau kegiatan perusahaan atau organsasi.
    • Jabarkan secara detail setiap proses yang telah ditetapkan pada alur proses perusahaan atau organisasi (business Process).
      Menganalisa dan mengukur kunci kemampuan dan aktivitas-aktivitas.
    • Tentukan Key Performance Indicator dari setiap.
    • Lakukan identifikasi proses dan tentukan dampak resikonya.
  5. System Approach to Management – Pendekatan Sistem Ke Manajemen: Implementasi sistem mengedepankan pendekatan pada cara pengelolaan (manajemen) proses bukan sekedar menghilangkan masalah yang terjadi. Langkah-langkah penerapan System Approach to Management :
    • Komunikasikan penyelesaian masalah secara bersama dan hingga ke akar masalah.
    • Memastikan bahwa Sistem yang efektif telah ditetapkan pada setiap proses dan dilakukan evaluasi.
    • Menjadikan setiap proses saling terkait sebagaimana yang telah ditetapkan pada business process dan menjadikan proses selanjutnya dari setiap proses sebagai pelanggan internal.
  6. Continual Improvement – Perbaikan Berkelanjutan: Selalu melakukan improvement. langkah-langkah penerapan
    Continual Improvement :
    • Tentukan Sasaran Mutu Perusahaan atau Organisasi
    • Rumuskan bagaimana melakukan evaluasi pencapaian Sasaran dan Kinerja Proses
    • Lakukan perbaikan yang efektif dan berkelanjutan terhadap produk, proses dan Sasaran Mutu.
    • Tingkatkan kompetensi karyawan dengan pelatihan yang sesuai.
  7. Factual Approach to Decision Making – Pendekatan Fakta dalam pengambilan kebutusan: Setiap keputusan dalam implementasi sistem selalu didasarkan pada fakta dan data. Langkah-langkah penerapan
    Factual Approach to Decision Making :
    • Lakukan analisa data untuk menentukan tindakan yang efektif dalam mengatasi masalah.
    • Memastikan data yang dilakukan analisa akurat dan sesuai dengan fakta.
    • Bandingkan hasil analisa dengan tindakan perbaikan sebelumnya sebagai benchmark atas tindakan yang ingin dilakukan.
  8. Mutually Beneficial Supplier Relationship – Kerjasama yang saling menguntungkan dengan pemasok: Supplier bukanlah pembantu, tetapi mitra saling usaha, karena itu harus terjadi pola hubungan saling menguntungkan. Langkah-langkah penerapan
    Mutually Beneficial Supplier Relationship :
    • Identifikasi pemasok dan lakukan seleksi secara tepat terhadap para calon pemasok.
    • Lakukan evaluasi pemasok secara berkala dan komunikasikan hasilnya kepada para pemasok sebagai masukan mereka untuk melakukan peningkatan kualitas.
    • Berikan masukan dan saran perbaikan kepada para pemasok jika perlu tingkatkan kemampuan pemasok dengan pelatihan.

Artikel Terkait
7 Prinsip Manajemen Mutu

ISO 9001:2015

Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Memberikan pedoman bagi perusahaan atau organisasi untuk memenuhi persyaratan pelanggan dan melakukan peningkatan kualitas secara konsisten.

ISO 9001:2015 merupakan pengembangan dari ISO 9001:2008.
Standar ISO 9001: 2015 dapat diterapkan oleh perusahaan atau organisasi apa pun, besar atau kecil, terlepas dari bidang kegiatannya. Faktanya, ada lebih dari satu juta perusahaan dan organisasi di lebih dari 170 negara yang tersertifikasi ISO 9001.

Standar ISO 9001: 2015 menetapkan beberapa persyaratan bagi perusahaan atau organisasi yang ingin menerapkan sistem manajemen mutu. Perusahaan atau organisasi yang telah menerapkan ISO 9001:2015 secara konsisten dapat memperoleh sertifikat ISO 9001. Dan sertifikasi Sistem Manajemen Mutu bukan merupakan suatu keharusan.

Standar ISO 9001:2015 didasarkan pada sejumlah prinsip manajemen mutu, yaitu:
– Fokus pelanggan yang kuat,
– Motivasi dan implikasi manajemen puncak,
– Pendekatan proses dan peningkatan berkelanjutan.

Pejelasan lebih detai terkait Prinsip Manajemen Mutu silakan download di sini (Management Principles).

Penerapan ISO 9001: 2015 membantu memastikan bahwa pelanggan mendapatkan produk dan layanan dengan kualitas baik secara konsisten. Gambaran lebih detail tentang ISO 9001 silakan download di sini (PowerPoint Presentasi ISO 9001).

ingin tahu lebih banyak tentang ISO 9001:2015 silakan klik link dibawah ini atau hubungi kami.

Terjemah Artikel Secara Bebas
sumber : www.iso.org
sumber : www.theprime-consulting.co.id

Manfaat Penerapan OHSAS 18001

Manfaat Penerapan OHSAS 18001

Melalui penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja / OHSAS 18001:2008 dapat menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Sejarah Dan Perkembangan OHSAS 18001

Sejarah Dan Perkembangan OHSAS 18001

Cikal bakal OHSAS 18001 adalah dokumen yang dikeluarkan oleh British Standards Institute (BSI) yaitu Occupational Health and Safety Assesment Series (OHSAS) 18001:1999. OHSAS 18001 diterbitkan oleh BSI dengan tim penyusun dari 12 lembaga standarisasi maupun sertifikasi beberapa negara di dunia seperti, Standards Australia, SFS Certification dan International Certification Services.

OHSAS 18001:2007 mensyaratkan adanya 12 prosedur yang wajib didokumentasikan dan diterapkan oleh organisasi / perusahaan.

Manfaat ISO 14001

Manfaat Penerapan SML ISO 14001:2004

Pada prinsipnya penerapan Sistem Manajemen Mutu akan yang efektif akan berdampak baik kepada perusahaan. Adapun manfaat sertifikasi ISO 14000 adalah (Harrington,H.J, 1999):

  • Menurunkan potensi dampak terhadap lingkungan
  • Meningkatkan kinerja lingkungan
  • Memperbaiki tingkat pemenuhan (compliance) peraturan
  • Mengurangi dan  mengatasi resiko lingkungan yang mungkin timbul.
  • Dapat  menekan biaya produksi
  • Dapat mengurangi kecelakaan kerja
  • Dapat memelihara  hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak yang peduli terhadap lingkungan.
  • Memberi jaminan kepada konsumen mengenai komitmen pihak manajemen  puncak terhadap lingkungan.
  • Meningkatkan citra  perusahaan,
  • Meningkatkan  kepercayaan  konsumen  dan
  • Memperbesar pangsa pasar.
  • Mempermudah memperoleh izin dan akses kredit bank.
  • Dapat meningkatkan motivasi para pekerja.
  • Mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan
  • Meningkatkan hubungan dengan supplier.
  • Langkah menuju pembangunan yang berkelanjutan

Sejarah Perkembangan SML ISO 14001

Sejarah Perkembangan SML ISO 14001:2004

Dalam satu dasawarsa terakhir ini kebutuhan akan suatu sistem standardisasi semakin dirasakan urgensinya. Hal ini mendorong organisasi Internasional di bidang standardisasi yaitu ISO (International Organization for Standardization) mendirikan SAGE (Strategic Advisory Group on Environment) yang bertugas meneliti kemungkinan untuk mengembangkan sistem standar di bidang lingkungan. SAGE memberikan rekomendasi kepada ISO untuk membentuk panitia teknik (TC) yang akan mengembangkan standar yang berhubungan dengan manajemen lingkungan. Pada tahun 1993, ISO membentuk panitia teknik TC 207 untuk merumuskan sistem standardisasi di bidang lingkungan. Hasil kerja panitia TC 207 kemudian dikenal sebagai standar ISO seri 14000 (Kodrat K. F, 2002). Pada saat ini ISO/TC 207 dibagi dalam lima sub komite (SC) dan empat kelompok kerja (WG) yaitu:

5 Sub Komite

  • Sub-komite 1, SC-1: Sistem Manajemen Lingkungan (SML)
  • Sub-komite 2, SC-2: Audit Lingkungan (AL)
  • Sub-komite 3, SC-3: Pelabelan Lingkungan (Ekolabel)
  • Sub-komite 4, SC-4: Evaluasi Kinerja Lingkungan
  • Sub-komite 5, SC-5: Analisis Daur Hidup

4 Kelompok Kerja

  • Kelompok Kerja WG-4: Komunikasi lingkungan
  • Kelompok Kerja WG-5: Perubahan iklim
  • Kelompok Kerja WG-6: Joint ISO/TC 207-CASCO WG: lembaga yang memvalidasi dan memverifikasi Greenhouse gas
  • Kelompok Kerja WG-7: Aspek lingkungan dalam Standar Produk

TC 207/SC 1 telah menerbitkan dokumen standar mengenai Sistem Manajemen Lingkungan, yaitu:

  • ISO 14001:1996 Environmental management systemsSpecification with guidance for use.
  • ISO 14001:2004 Environmental management systemsRequirements with guidance for use.
  • ISO 14004:2004 Environmental management systemsGeneral guidelines on principles, systems and support techniques.

Dan standar ISO yang akan dikembangkan yaitu ISO/CD 14005 Environmental management systemsGuidelines for a staged implementation of an environmental management system, including the use of environmental performance evaluation.

Manfaat ISO 9001

Manfaat Penerapan SMM ISO 9001

Penerapan Sistem Manajemen Mutu / SMM ISO 9001:2008 memiliki manfaat yang berbeda pada setiap organisasi dan sangat bergantung kepada tingkat efektifitas penerapannya. Manfaat penerapan ISO 9001:2008 antara lain:

a)      Fokus pada pelanggan sehingga dapat meningkatkan Kepercayaan Pelanggan.

b)      Pemeriksaan di setiap proses sehingga menjamin kualitas produk dan proses.

c)      Meningkatkan hubungan saling menguntungkan dengan pemasok

d)     Komunikasi dilakukan secara rutin sehingga hubungan internal baik

e)      Sertifikasi yang dilakukan dapat meningkatkan image positif bagi perusahaan

f)       Memiliki sistem yang terdokumentasi