Sejarah Perkembangan SMM ISO 9001

Sejarah Perkembangan SMM ISO 9001:2008

Sejarah Perkembangan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 adalah dipicu dengan banyaknya persoalan mutu dalam industri teknologi di negara Inggris selama perang dunia ke-2, seperti amunisi yang meledak saat masih di pabrik pembuatnya. Sehingga dibuatlah standar yang dikenal dengan kode BS 5750 yang merupakan cikal bakal ISO 9000.

Perkembangan berikutnya pada tahun 1994 dikeluarkan standar ISO tentang Sistem Manajemen Mutu versi 1987 yang memiliki struktur sama dengan BS 5750, dengan 3 (tiga) model pilihan berdasarkan ruang lingkup aktivitas organisasi, yaitu:

Model ISO 9001:1987 yang digunakan untuk penjaminan mutu (Quality Assurance) dalam desain, pengembangan, produksi, instalasi dan pelayanan pada organisasi yang memiliki aktivitas menghasilkan produk baru.

Model ISO 9002:1987 yang digunakan untuk penjaminan mutu dalam produksi, instalasi dan pelayanan tanpa aktivitas menghasilkan produk baru.

Model ISO 9003:1987 yang digunakan untuk penjaminan mutu  dalam pengujian dan inspeksi akhir.

Model ISO 9000:1987 yang digunakan untuk untuk penjaminan mutu  di manufaktur, standar ini dipengaruhi oleh standar militer di Amerika Serikat khususnya, penekanan standar ini adalah pada kesesuaian dengan prosedur-prosedur daripada terhadap proses manajemen secara keseluruhan.

Pada versi 1994 lebih menekankan agar penjaminan mutu (Quality Assurance) melakukan tindakan preventif dari hanya melakukan pemeriksaan pada produk akhir dan disertai pembuktian kepatuhan dengan prosedur-prosedur terdokumentasi. Karena begitu banyaknya prosedur yang harus dipenuhi sedikitnya ada 20 klausul yang wajib didokumentasikan menjadi prosedur sehingga sulit untuk diterapkan di beberapa industri manufaktur.

Pada versi 2000 inilah digabungkan ketiga standar ISO 9001, 9002 dan 9003 menjadi satu standar yaitu 9001. Prosedur desain dan pengembangan disyaratkan hanya jika organisasi berkaitan secara langsung dengan aktivitas penciptaan produk baru.

Organisasi juga harus mampu memberikan pembuktikan atau menyediakan bukti objektif (tidak perlu terdokumentasi) bahwa SMM telah diterapkan secara efektif sebagai syarat pemenuhan standar ISO 9001:2000. Istilah Business Process Mapping mulai dikenal pada versi 2000 ini, dimana setiap organisasi harus memetakan proses bisnisnya dan menjadikannya bagian utama dalam pedoman mutu perusahaan. ISO 9001:2000 mewajibkan 6 prosedur yang harus terdokumentasi, yaitu prosedur pengendalian dokumen, pengendalian rekaman, pengendalian produk tidak sesuai, internal audit, tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan.

Selanjutnya versi 2008 dikeluarkan pada tanggal 14 Nopember 2008.  Secara umum tidak ada persyaratan baru ataupun tambahan versi 2008 dibandingkan versi 2000. Perbedaannya adalah versi 2008 lebih mempertegas pernyataan-pernyataan dalam standar yang dianggap perlu untuk dijelaskan dan penyelarasan dengan standar-standar lainnya seperti ISO 9000:2005, ISO 19011:2002 dan ISO 14001:2004.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>