SEO website awal

  1. Cek Indek Google
  2. Konten berkualitas

1. Cek Indek Google

Caranya adalah dengan membuka halaman pencarian google kemudian klik site:namawebsiteanda.com

Hasil halaman pencarian akan menampilkan semua halaman dan postingan yang ada di website namawebsiteanda.com yang sudah ter-index oleh Google.
Misal : site:mochamadsutarsono.com maka anda akan mendapatkan hasil semua halaman dan post di website mochamadsutarsono.com yang sudah terindek oleh Google.

Jika halaman atau postingan yang anda buat tidak terdapat dalam halaman hasil pencarian Google maka berarti halama atau post anda belum terindek.

Bagaimana cara agar halaman atau post dapat terindek oleh Google


WordPress User Role

WordPress User Role adalah Aturan yang diperbolehkan kepada user untuk melakukan akses ke dalam admin Web.

WordPress User Role terbagi dalam 5 tingkatan:

  • ADMINISTRATOR
    WordPress User Role tingkat ini memiliki level yang paling tinggi dalam melakukan akses admin wordpress. User ini bisa memiliki akses untuk semua fitur yang ada didalam WordPress, antara lain administrasi plugin, manajemen user, manajemen artikel baik yang bersifat private maupun publik (bisa berupa post maupun page), pengaturan theme, manajemen kategori, file dan media yang diupload serta mampu memoderasi komentar.
  • EDITOR
    Role yang berada dibawah administrator adalah editor. Hak akses yang dimiliki oleh editor adalah melakukan segala bentuk administrasi semua artikel (bisa berupa post maupun page), manajemen kategori, upload file/media serta melakukan moderasi komentar. Akses yang TIDAK bisa dilakukan oleh editor adalah manajemen user, plugin dan theme.
  • AUTHOR
    Role setingkat dibawah Editor adalah Author, ia berhak mengatur manajemen artikel (berjenis post) yang ditulisnya sendiri termasuk dapat mem-publish artikelnya sendiri, serta berhak melakukan upload file. Bedanya dengan role Editor adalah, dia tidak bisa melakukan moderasi komentar (meskipun komentar itu berada pada artikel yang di postingnya sendiri).
  • CONTRIBUTOR
    Role yang letaknya persis dibawah author hanya berhak untuk menulis artikel (berjenis post) serta mengeditnya. Artikel yang bisa diedit, hanya artikel yang ditulis oleh contributor itu sendiri. Artikel yang telah ditulis oleh contributor hanya bisa dipublish oleh Level Administrator atau Level Editor, dengan kata lain contributor tidak bisa mempublish tulisannya. Artikel yang telah di publish oleh Administrator atau Editor tidak dapat diedit/dihapus lagi oleh contributor.
  • SUBSCRIBER
    Role subscriber adalah level yang paling bawah dalam manajemen role WordPress. Subscriber dapat membaca, dan memberikan komentar. Kelebihan subscriber dibandingkan dengan pengunjung biasa (guest user) adalah, subscriber dapat membaca post yang di “private” dan mengomentari post yang kolom komentarnya telah dilimit/dibatasi atau dibuat ketentuan “Users must be registered and logged in to comment” pada menu Discussion Settings.

Sertifikasi ISO 22000

Sertifikasi ISO 22000 diberikan kepada perusahaan yang telah menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 dan dinyatakan telah lulus audit oleh lembaga sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2018 merupakan salah satu cara dari perusahaan atau organisasi untuk menunjukkan kemampuan dalam menjalankan prinsip food safety. Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada industri pangan menjamin makanan yang dihasilkan lebih terjaga mutu dan keamanannya, diharapkan juga organisasi dapat memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga mempunyai keunggulan baik kompetitif maupun komperatif di pasar global, dimana standar food safety & kesesuaian (conformity) menjadi syarat utama.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih detail silakan konsultasi dengan kami.

Phone:
0817-210875 (xl)
0858-11-210875 (indosat)

Email:
210875@mochamadsutarsono.com

ISO 14001:2015

ISO 14001 – Sistem Manajemen Lingkungan
Standar ISO 14001 memberikan pedoman bagi perusahaan atau organisasi untuk melakukan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan.

Standar ISO 14001:2015 dapat diterapkan oleh perusahaan atau organisasi yang prosesnya memiliki resiko terhadap pencemaran lingkungan.

Rangkaian standar ISO 14000 dikembangkan oleh Komite Teknis ISO ISO / TC 207 dan berbagai subkomite.

ISO 14001:2015 menetapkan persyaratan bagi perusahaan atau organisasi yang ingin menerapkan sistem manajemen lingkungan. Perusahaan atau organisasi yang telah menerapkan ISO 14001:2015 dapat memperoleh sertifikat sebagai bukti telah menerapkan sistem manajemen lingkungan sesuai standar ISO 14001:2015 secara konsisten. Dan sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan bukan merupakan suatu kewajiban.

Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 secara konsisten dapat berpengaruh terhadap manajemen perusahaan dan karyawan serta pemangku kepentingan eksternal. Bentuk konsistensi dari penerapan ISO 14001:2015 antara lain melakukan pengukuran dan pengendalian dampak lingkungan.

Penjelasan lebih detail tentang Manfaat ISO 14001:2015 silakan klik disini (benefits of ISO 14001:2015).

Lebih dari 300.000 perusahaan di 171 negara sudah mendapatkan sertifikasi ISO 14001.

Ingin tahu lebih banyak tentang ISO 14001:2015 silakan klik link dibawah ini atau hubungi kami.

Terjemah Artikel Secara Bebas
sumber : www.iso.org
sumber : www.theprime-consulting.co.id

7 Prinsip Manajemen Mutu

  1. Customer Focus. Fokus Pelanggan adalah prioritas utama dari Sistem Manajemen Mutu. Bentuk aplikasinya adalah dengan memberikan semua kebutuhan yang melebihi harapan Customer untuk ketercapaian kepuasan pelanggan. Sehingga keberlangsungan hidup perusahaan akan terjamin dalam jangka waktu yang panjang.
    • Identifikasi peraturan terkait dengan kegiatan perusahaan atau organisasi dan memenuhinya.
    • Identifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan
    • Tentukan Sasaran Organisasi sesuai dengan dengan harapan pelanggan
    • Komunikasikan Sasaran Organisasi dan harapan pelanggan ke seluruh organisasi
    • Analisa tingkat kepuasan pelanggan dan lakukan tindakan perbaikan berkelajutan.
    • Selalu melakukan komunikasi dengan pelanggan eksternal maupun pelanggan internal
  2. Leadership. Kepemimpinan dalam sebuah organisasi memiliki peranan yang sangat penting. Pimpinan memiliki peran sebagai pelatih yang memiliki target sesuai sasaran perusahaan melalui pemberdayaan karyawan, pembuat keputusan berdasarkan data dan fakta (decision maker) serta membuat standard sistem manajemen perusahaan yang diwariskan untuk genarasi berikutnya.
    • Pastikan bahwa setiap karyawan memahami peran dan fungsinya masing-masing.
    • Memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi dan memberikan semangat kepada semua karyawan agar memberikan dukungan yang optimal kepada organisasi.
    • Memenuhi kebutuhan internal perusahaan atau organisasi, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya yang mendukung kegiatan perusahan atau organisasi.
    • Menetapkan Visi dan Misi yang jelas dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan.
  3. Engagement of People. Keterlibatan Karyawan dalam proses dan sitem sangat dapat memberikan nilai lebih kepada Customer akan lebih mudah bila didukung oleh personal yang kompeten, mampu diberdayakan dan terlibat di semua tingkatan di seluruh Perusahaan. Bentuk aplikasinya adalah dengan mempromosikan pendekatan proses dan pentingnya kontribusi setiap tingkatan di Perusahaan.
    • Pastikan setiap karyawan memahami dan melaksanakan tugas, tanggungjawab dan wewenangnya sesuai dengan job description yang telah ditetapkan.
    • Tingkatkan kompetensi karyawan dengan pelatihan-pelatihan yang dapat mendukung peran dan tugasnya.
    • Kembangkan budaya penyelesaian masalah bersama dan peyelesaian masalah pada akarnya.
  4. Process Approach. Pendekatan Proses adalah pendekatan yang paling tepat dan direkomendasikan oleh ISO. Sistem manajemen mutu yang telah ditetapkan di perusahaan bukan dibuat berdasarkan pendekatan departemen, akan tetapi berdasarkan proses murni yang ada di perusahaan dengan melibatkan seluruh pihak yang terkait.
    • Tetapkan alur proses yang sesuai dengan bisnis atau kegiatan perusahaan atau organsasi.
    • Jabarkan secara detail setiap proses yang telah ditetapkan pada alur proses perusahaan atau organisasi (business Process).
    • Menganalisa dan mengukur kunci kemampuan dan aktivitas-aktivitas.
    • Tentukan Key Performance Indicator dari setiap.
    • Lakukan identifikasi proses dan tentukan dampak resikonya.
  5. Improvement. Peningkatan sebuat perusahaan atau organisasi adalah tujuan dari penerapan Sistem Manajemen Mutu. Bentuk aplikasinya adalah dengan selalu melakukan perubahan melalui peningakatan berkelanjutan baik internal dan eksternal yang disesuaikan dengan iklim perubahan terkini. Sehingga perusahaan akan selalu siap menghadapi persaingan dengan para kompetitor.
    • Tentukan Sasaran Mutu Perusahaan atau Organisasi.
    • Rumuskan bagaimana melakukan evaluasi pencapaian Sasaran dan Kinerja Proses
    • Lakukan perbaikan yang efektif dan berkelanjutan terhadap produk, proses dan Sasaran Mutu.
    • Tingkatkan kompetensi karyawan dengan pelatihan yang sesuai.
  6. Evidence Based Decision Making. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil tindakan perbaikan. Bentuk aplikasinya adalah setiap menetapkan kesimpulan dari sebuah permasalahan ditetapkan berdasarkan analisis fakta dan data yang diperoleh selama melakukan analisa. Sehingga keputusan yang diambil akan menghasilkan keputusan yang produktif dan tepat sasaran.
    • Lakukan analisa data untuk menentukan tindakan yang efektif dalam mengatasi masalah.
    • Memastikan data yang dilakukan analisa akurat dan sesuai dengan fakta.
    • Bandingkan hasil analisa dengan tindakan perbaikan sebelumnya sebagai benchmark atas tindakan yang ingin dilakukan.
  7. Relationship Management. Hubungan Manajemen dengan pihak-pihak yang berkepentingan sangat diperlukan untuk mempertahankan kesuksesan sebuah perusahaan atau organisasi.
    • Lakukan analisa kepuasan pelanggan sebagai masukan peningkatan kualitas produk dan layanan.
    • Identifikasi pemasok dan lakukan seleksi secara tepat terhadap para calon pemasok.
    • Lakukan evaluasi pemasok (analisa kinerja supplier) secara berkala dan komunikasikan hasilnya kepada para pemasok sebagai masukan mereka untuk melakukan peningkatan kualitas.
    • Berikan masukan dan saran perbaikan kepada para pemasok jika perlu tingkatkan kemampuan pemasok dengan pelatihan.

Artikel Terkait
8 Prinsip Manajemen Mutu